1.
Analisis
Lingkungan Pemasaran dan Identifikasi Pelaku-Pelaku dalam Lingkungan Pemasaran
tersebut. Kemudian Analisis SWOT.
Demi
memenuhi tugas kuliah Manajemen Pemasaran 1 yaitu menganalisis lingkungan
pemasaran beserta pelaku – pelakunya, maka
Lingkungan Pemasaran yang akan saya analisis adalah lingkungan sekolah,
yaitu SMK XXX. Lingkungan Pemasaran terdiri dari para pelaku dan kekuatan yang
berasal dari luar fungsi manajemen pemasaran perusahaan. Lingkungan tersebut
mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mengembangkan dan memelihara hubungan
baik kepada pelanggan. Lingkungan pemasaran yang akan saya analisis adalah
lingkungan sekolah yaitu SMK XXX. SMK XXX tersebut terletak antara dua
perkampungan, dan juga berdekatan dengan sebuah SMA yaitu SMA YYY. SMK XXX
berdiri tahun 2002, sebelumnya mempunyai tempat berdiri SMK XXX masih menumpang
disebuah SD, setelah mendapat lahan maka SMK mulai bangkit perlahan-lahan,
begitu juga gedung berdiri bertahap. Lingkungan SMK XXX terdiri dari sebagai
berikut :
1) Lingkungan
Mikro Perusahaan
Adalah
berbagai kekuatan yang dekat dengan perusahaan dan mempengaruhi kemampuan
perusahaan untuk melayani pelanggan. Dari lingkungan mikro ini diperoleh kekuatan
dan kelemahan perusahaan. Lingkungan mikro dalam SMK XXX ini terdiri dari :
a. SMK
XXX
Merupakan departemen
atau fungsi – fungsi lain di luar pemasaran, seperti : Top Manajemen, keuangan,
kepegawaian.
b. Guru
Guru adalah tenaga
pendidik. Guru – guru di SMK XXX semuanya berkompeten, sehingga mampu menciptakan
peserta didik yang berkualitas. Guru juga dapat bekerja sama dengan para
karyawan SMK dengan kompak dan baik. Jika terdapat masalah, maka dapat
diselesaikan dengan jalan yang terbaik.
c. Karyawan
Tata Usaha
Karyawan TU adalah
tenaga kependidikan yang mengurus segala
administrasi sekolah, mulai dari persuratan, kesiswaan, sarana dan prasarana
dan keuangan, serta tidak lupa dengan keamanan dan kebersihan lingkungan
sekolah.
d. DU/DI
DU/DI adalah perusahaan
– perusahaan yang bekerja sama dengan SMK XXX untuk melakukan Praktek Kerja
Industri (Prakerin). Selama bertahun – tahun DU/DI tersebut dengan senang hati
untuk bekerja sama dengan SMK XXX. Sehingga SMK tak begitu kesulitan untuk
mencari tempat Prakerin untuk para siswanya.
e. Peserta
Didik
Peserta didik SMK XXX
terdiri dari program keahlian Akuntansi, Teknik Mekanik Otomotif dan Busana
Butik. Para peserta didik dapat belajar dengan layak dan mendapat pelayanan
yang memadai, sehingga membuat peserta didik mampu belajar dengan tenang dan
nyaman.
f. Pesaing
Pesaing SMK XXX adalah
sebuah sekolah yang sederajat yaitu SMA YYY. SMA tersebut berdiri jauh lebih
dulu dari SMK XXX. Tapi, walaupun SMA tersbut lebih dahulu berdiri SMK XXX
tidak kalah dalam saing dalam penerimaan peserta didik baru, terbukti dengan
banyaknya siswa yang mendaftar pada SMK tersebut. Sehingga SMK tersebut tidak
pernah kekurangan peserta didik.
Dari penjabaran diatas dapat diketahui bahwa
kekuatan dari dalam perusahaan tersebut dapat terjaga dengan baik. Sehingga
kekuatan dapat menutupi kelemahan SMK XXX tersebut.
2) Lingkungan
Makro Perusahaan
Merupakan
kekuatan masyarakat yang lebih luas dan mempengaruhi seluruh lingkungan mikro.
Dari lingkungan makro perusahaan mendapatkan peluang dan ancaman. Lingkungan
Makro terdiri dari :
a. Kependudukan
Dalam kependudukan ini
juga sangat berpengaruh dalam perkembangan SMK XXX. Pertumbuhan penduduk
disekitar SMK XXX sangat berpengaruh dengan kemajuan SMK XXX, karena akan
bertambah banyaknya peserta didik yang akan berminat untuk sekolah di SMK XXX.
b. Ekonomi
Tingkat perekonomian
masyarakat sangat berpengaruh terhadap kemajuan SMK XXX. Tetapi tidak
dikhawatirkan lagi untuk masyarakat golongan menengah kebawah, karena
pembayaran administrasi sekolah para peserta didik dapat dijangkau oleh
kalangan masyarakat dengan tingkat perekonomian menengah kebawah.
Dari penjabaran diatas dapat
ditarik kesimpulan bahwa :
-
Strengths (Kekuatan) > Weakness
(Kelemahan)
-
Opportunities (Peluang) > Thtreats
(Ancaman)
Jadi, menurut kesimpulan tersebut
maka SMK XXX dapat terus berkembang untuk menjadi sekolah idaman dan unggulan,
karena SMK XXX dapat mengatasi kelemahannya dan dapat mengatasi ancaman yang
akan menghadang.
2.
Cari
masing-masing 5 contoh perusahaan jasa atau non jasa yang menggunakan konsep
pemasaran dan tidak menggunakan konsep pemasaran. Berikan argumentasi
sederhana.
A. Perusahaan
yang Menggunakan Konsep Pemasaran
1) Nissan
Nissan menggunakan
crowdsourcing dalam salah satu kampanye terbarunya, Juke Nismo. Kampanye ini
melibatkan social channels yang meminta penggemar untuk memberikan ide untuk
jenis teknologi yang harus dimasukkan dengan hashtag Jukeride.
Argumentasi :
Strategi pemasaran
seperti ini cukup baik, karena Nissan melibatkan social channels dalam proses
pembangunan. Sehingga pelanggan akan lebih tertarik terhadap produk dari
Nissan.
2) PT
Djarum
PT Djarum melaksanakan
program Corporate Social Responsibility ( CSR ) dibidang bulutangkis dengan
membuat klub, memberikan beasiswa, rutin melaksanakan lomba dan mensponsori
kegiatan turnamen bulutangkis baik nasional maupun internasional.
Argumentasi :
Dengan melakukan
strategi tersebut, maka pelanggan akan tertarik dengan produk yang dihasilkan,
karena PT Djarum banyak berjasa untuk masyarakat.
3) Perusahaan
Suzuki Automobile Indonesia
Perusahaan tersebut
menggunakan marketing mix 4P pada website. Pada websitevperusahaan Suzuki
Automobile Indonesia, banyak kegiatan promosi yang dilakukan untuk pelayanan
konsumen maupun penjualanproduk. Tujuan dari perusahaan melakukan promosi untuk
memenuhi komitmen kepada pengguna kendaraan Suzuki mengenai layanan purna
jualnya.
4) Perusahaan
Nestle
Konsep pemasaran yang
digunakan adalah mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga
(price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion).
Dengan konsep tersebut
maka perusahaan Nestle dapat memenuhi kebutuhan masyarakat peminat produk dari
Nestle.
5) Prusahaan
Asuransi Sinar Mas
Mencari konsumen dan
memasarkan produk atau jasa melalui telepon atau melalui wajah setelah muka
atau penunjukan Web conferencing dijadwalkan selama panggilan berlansung
Internasional Marketing.
B. Perusahaan
yang tidak menggunakan Konsep Pemasaran
1) Warung
Kelontong
2) Rumah
Sakit
3) Puskesmas
4) Klinik
Dokter
5) Warung
Makan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar